
VIDETIMES – Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutai Timur (Dispar Kutim), Akhmad Rifani, mendukung wacana pembentukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mandiri yang secara khusus menangani sektor ekonomi kreatif.
Menurutnya, langkah tersebut akan memberikan ruang gerak yang lebih fokus bagi pengembangan potensi kreatif di Kutai Timur.
“Bidang Ekraf ini sebenarnya sudah cukup kompleks. Kalau bisa berdiri sendiri, tentu akan lebih leluasa mengembangkan program dan menjangkau para pelaku kreatif secara lebih maksimal,” ujar Rifani, Jumat (21/11/2025).
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pembentukan OPD baru tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Pemerintah daerah perlu mempertimbangkan banyak hal, mulai dari ketersediaan anggaran, kesiapan struktur organisasi, hingga dasar hukum berupa peraturan daerah (Perda) yang mengatur pembentukannya.
“Kalau memang mampu ya silakan dibentuk. Tapi kalau belum siap, sementara bisa tetap bernaung di Dinas Pariwisata. Yang penting tetap berjalan dulu pengembangannya,” tambahnya.
Rifani menilai, sektor ekonomi kreatif memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia mencontohkan bagaimana kuliner, kerajinan, seni pertunjukan, hingga desain produk lokal menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sektor pariwisata.
“Ekonomi kreatif ini tidak hanya soal produk, tapi juga tentang inovasi dan identitas daerah. Karena itu perlu wadah yang kuat agar pembinaannya lebih terarah,” katanya.
Ia berharap ke depan pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap potensi ekonomi kreatif di Kutai Timur dengan menyiapkan langkah-langkah strategis menuju pembentukan OPD baru, apabila memang dinilai layak dan mampu secara anggaran. (K/AdvKominfo)









