
VIDETIMES – Meski potensi ekspor komoditas hortikultura seperti pisang Kepok Grecek dari Kutai Timur terus meningkat, pengiriman ke luar negeri masih terkendala infrastruktur pendukung. Kabupaten Kutai Timur hingga kini belum memiliki pelabuhan ekspor sendiri, sehingga proses distribusi produk ke negara tujuan harus melalui pelabuhan di luar Kalimantan Timur.
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Wahyudi Noor, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam memperluas pasar ekspor produk pertanian lokal.
“Sampai sekarang pelabuhan ekspor kita belum ada di Kutai Timur. Jadi semua pengiriman masih tercatat melalui pelabuhan luar Kaltim. Ini tentu membuat biaya logistik lebih tinggi dan waktu pengiriman lebih lama,” ujarnya,Kamis (20/11/2025).
Menurut Wahyudi, saat ini ekspor pisang Kepok Grecek dari Kutim sudah menjangkau beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, hingga Arab Saudi. Namun volume pengiriman belum maksimal karena terbatasnya fasilitas ekspor di daerah.
“Kalau dari sisi permintaan luar negeri sebenarnya tinggi. Tapi kemampuan kita untuk memenuhinya masih terbatas, terutama karena faktor jalur perdagangan dan sarana pengiriman,” tambahnya.
Ia berharap pembangunan Pelabuhan Maloy dapat segera dioptimalkan untuk kegiatan ekspor hasil pertanian. Dengan adanya pelabuhan tersebut, arus distribusi dari Kutai Timur ke pasar nasional maupun internasional akan lebih efisien.
“Kalau nanti Pelabuhan Maloy bisa beroperasi penuh untuk ekspor, tentu ini akan menjadi peluang besar bagi petani dan pelaku usaha hortikultura di Kutim,” tutupnya. (K/AdvKominfo)









