
VIDETIMES – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Timur (Dispora Kutim), Basuki Isnawan, terus mendorong modernisasi tata kelola olahraga daerah melalui pendekatan digital. Salah satu langkah nyata yang ia gagas adalah pembangunan Sistem Informasi Olahraga (Si Olga).
Menurut Basuki, ide tersebut lahir dari keprihatinan atas keterbatasan informasi mengenai kegiatan dan prestasi olahraga di Kutim.
“Selama ini masyarakat sulit mengetahui cabang olahraga, data atlet, atau program pembinaan karena belum ada sistem informasi yang terpusat,” ujarnya,Kamis (20/11/2025).
Dengan adanya sistem digital, ia berharap publik dapat lebih mudah mengakses data olahraga, sekaligus meningkatkan semangat komunitas dan atlet dalam berprestasi.
“Ketika semua terdokumentasi, masyarakat bisa melihat apa yang sudah dilakukan. Itu memicu semangat untuk memperbaiki dan berinovasi,” jelasnya.
Basuki menilai, transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tapi juga bagian dari pembenahan tata kelola olahraga di daerah.
“Kita ingin olahraga di Kutim transparan, terukur, dan terbuka bagi siapa pun yang ingin berpartisipasi,” tegasnya.
Inovasi tersebut juga diharapkan mampu menjadikan Kutim sebagai daerah pelopor di bidang informasi olahraga di Kalimantan Timur.
“Saya belum melihat kabupaten lain yang punya sistem seperti ini. Kita ingin Kutim jadi percontohan,” tambahnya.
Selain digitalisasi, Basuki juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan sekolah dalam mencetak atlet berdaya saing.
“Digitalisasi hanyalah alat. Yang penting semangat bersama untuk memajukan olahraga,” ujarnya.
Melalui inovasi dan kolaborasi, Dispora Kutim menargetkan terwujudnya ekosistem olahraga yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
“Dengan sistem yang baik, olahraga akan semakin berkembang dan membawa nama Kutim lebih dikenal,” pungkasnya. (K/AdvKominfo)









