Kutai Timur – Anggota DPRD Kutai Timur dari Fraksi Partai Demokrat, H. Bahcok Riandi, menegaskan bahwa kesiapsiagaan pemadam kebakaran di tingkat kecamatan masih menghadapi tantangan serius akibat keterbatasan sumber daya manusia.
Menurutnya, pembangunan posko DAMKAR yang tengah dilakukan di beberapa wilayah harus diikuti dengan penyiapan tenaga terlatih agar fasilitas tersebut dapat berfungsi optimal.
“Saat ini tantangan utamanya adalah ketersediaan personel. Setelah tidak ada lagi TK2D, kita perlu segera berdiskusi dengan Bupati mengenai regulasi agar penerimaan tenaga kerja untuk posko DAMKAR dapat dilakukan,” ujarnya.
Bahcok menambahkan bahwa DAMKAR telah menyampaikan kebutuhan minimal tujuh petugas di setiap posko agar operasi penanganan darurat bisa berjalan efektif.
“Setelah poskoknya berdiri, wajib dipastikan ada tenaga yang benar-benar terlatih. Pihak DAMKAR sudah menjelaskan bahwa satu pos membutuhkan setidaknya tujuh personel,” terangnya.
Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap masyarakat di kecamatan yang kesulitan menangani kebakaran karena keterbatasan unit dan petugas pemadam.
“Kita tentu prihatin ketika terjadi kebakaran, sementara masyarakat tidak memiliki dukungan yang memadai dari sisi unit dan personel,” katanya.
Bahcok berharap kerja sama antara pemerintah desa, kecamatan, dan DAMKAR dapat mempercepat penyediaan lahan serta pembangunan posko.
“Karena kebutuhan ini mendesak dan sangat dirasakan masyarakat, saya berharap para kepala desa dan camat segera menyiapkan lokasi agar pembangunan posko DAMKAR dapat dipercepat,” pungkasnya. (ADV)









