
Kutai Timur — Anggota DPRD Kutai Timur dari Fraksi Demokrat, Akhmad Sulaeman, menyampaikan bahwa sebagian besar aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur jalan telah masuk ke dalam daftar usulan Multiyears Contract (MYC) yang saat ini dibahas bersama pemerintah daerah.
Ia menyebutkan bahwa kebutuhan jaringan jalan masih menjadi prioritas utama masyarakat di Daerah Pemilihannya.
Menurutnya, jalur penghubung antarwilayah merupakan kebutuhan mendesak yang terus dikeluhkan warga.
Hal ini tercermin dari jumlah usulan yang masuk dan didominasi oleh perbaikan serta peningkatan akses jalan di berbagai titik.
“Hampir seluruh aspirasi masyarakat yang masuk kepada kami berkaitan dengan konektivitas. Bahkan sekitar 90 persen sudah terakomodasi dalam usulan,” kata Sulaeman.
Ia menambahkan bahwa terdapat lima usulan prioritas yang telah diajukan secara resmi melalui rapat koordinasi dengan instansi terkait.
Usulan tersebut telah disusun berdasarkan kebutuhan lapangan dan hasil dialog dengan masyarakat.
Meski demikian, Sulaeman tidak menampik bahwa pembangunan jalan dalam skala besar membutuhkan dukungan anggaran yang tidak sedikit.
Kondisi anggaran Kutai Timur yang terus menurun setiap tahun menjadi tantangan serius yang harus dihadapi.
“Inilah tantangan kita. Anggaran daerah dari tahun ke tahun mengalami penurunan, sehingga kita membutuhkan skema multiyears agar proyek tetap bisa berjalan,” ujarnya.
Menurutnya, mekanisme multiyears adalah solusi realistis untuk proyek yang tidak dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran.
Skema tersebut memungkinkan pemerintah merencanakan pembangunan secara bertahap meski kemampuan anggaran terbatas.
Ia menilai bahwa perbaikan konektivitas bukan hanya untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap ekonomi lokal, distribusi barang, dan pelayanan publik.
Jalan yang baik akan mempercepat aktivitas warga dan menurunkan biaya logistik.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat mengatur pembiayaan dengan cermat agar pembangunan ini tidak terhambat oleh keterbatasan anggaran,” lanjutnya.
Sulaeman juga menyampaikan bahwa DPRD akan terus mengawal pembahasan MYC agar usulan yang telah masuk dapat diprioritaskan sesuai tingkat urgensinya.
Menurutnya, jalan dan jembatan merupakan infrastruktur dasar yang tidak bisa ditunda karena menyangkut kebutuhan harian masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan yang masuk dalam usulan MYC harus berjalan efektif demi memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat di wilayah-wilayah yang masih bergantung pada akses darat sebagai penghubung utama antar kecamatan dan desa.
“Kami akan memastikan usulan yang penting bagi masyarakat tidak sekadar masuk daftar, tetapi benar-benar direalisasikan,” tegasnya.
Dengan terakomodasinya banyak usulan jalan dalam MYC, Sulaeman berharap Kutai Timur mampu memperbaiki kualitas konektivitasnya secara bertahap meski menghadapi keterbatasan anggaran. (ADV)









