• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Login
Vide Times
Advertisement
  • Home
  • Advetorial
    • DPRD Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Kutai Timur
    • Diskominfo Kutai Timur
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Peristiwa & Kriminal
  • Lainnya
    • Opini
    • Otomotif
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Advetorial
    • DPRD Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Kutai Timur
    • Diskominfo Kutai Timur
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Peristiwa & Kriminal
  • Lainnya
    • Opini
    • Otomotif
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Teknologi
No Result
View All Result
Vide Times
No Result
View All Result
Home Lainnya Opini

80 Tahun Merdeka, Apakah Pendidikan Kita Ikut Merdeka?

AdminWeb by AdminWeb
19 Agustus 2025
in Opini
0
80 Tahun Merdeka, Apakah Pendidikan Kita Ikut Merdeka?

Menteri Adkesma BEM FISIP Universitas Mulawarman, Rossa Tri Rahmawati Bahri

2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

OPINI, VIDETIMES.com – Tepat 17 Agustus 2025, Indonesia merayakan usia ke-80 tahun kemerdekaannya. Namun, di balik semarak perayaan, pertanyaan mendasar kembali muncul: apakah pendidikan kita benar-benar merdeka? Ataukah kita masih terjebak dalam lingkaran masalah klasik yang tak kunjung usai—biaya mahal, akses terbatas, serta kualitas yang timpang?

Pemerintah tahun ini mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”

Namun, jika ditelaah lebih jauh, tema tersebut masih terasa seperti slogan yang belum sepenuhnya berpijak pada realitas, khususnya dalam dunia pendidikan.
Tentu tidak bisa dinafikan, sejak 1945 pendidikan Indonesia telah mencatat sejumlah kemajuan: sekolah negeri kini hadir di banyak pelosok, kurikulum terus berkembang mengikuti zaman, serta kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan kian meningkat. Tetapi kemajuan ini tidak menutup fakta bahwa persoalan krusial terus menghantui.

Sebagai Menteri Advokasi BEM FISIP Unmul, saya melihat setidaknya ada empat isu mendasar yang patut menjadi refleksi pada momentum kemerdekaan ini.

1. Kesenjangan Kualitas Pendidikan

Sekolah di perkotaan jauh lebih maju dibanding sekolah di daerah terpencil. Fasilitas, tenaga pendidik, hingga metode pengajaran menunjukkan ketimpangan yang nyata. Pergantian kurikulum yang terlalu sering juga membuat sekolah di daerah makin tertinggal karena minim kesiapan dan sumber daya.

2. Guru Masih Jadi Korban Sistem

Guru honorer dan swasta menghadapi persoalan kesejahteraan kronis: upah rendah, jaminan sosial minim, hingga status kerja yang tidak jelas. Program PPPK memberi harapan, tetapi masih banyak guru terkendala masalah administratif, usia, dan teknis. Akibatnya, profesi guru yang sejatinya mulia justru sering diperlakukan seolah pekerjaan sukarela.

3. Literasi dan Numerasi yang Tertinggal

Hasil survei internasional seperti PISA menunjukkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung siswa Indonesia masih di bawah rata-rata global. Kondisi ini menegaskan bahwa pendidikan kita belum berhasil melahirkan generasi dengan keterampilan dasar yang kuat, apalagi siap bersaing di tingkat global.

4. Kekerasan, Integritas yang Merosot, dan Biaya Pendidikan yang Tinggi

Data Jaringan Pemantauan Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat lonjakan kasus kekerasan di sekolah, dari 91 kasus pada 2020 menjadi 573 kasus pada 2024. Ironisnya, pelaku terbanyak justru guru (43,9%), disusul kakak kelas dan masyarakat. Kekerasan di sekolah jelas menciptakan lingkungan yang tidak aman, sekaligus merusak integritas siswa—ditambah dengan praktik kecurangan ujian yang kian marak.

Masalah ini makin diperburuk oleh mahalnya biaya pendidikan. Bagi keluarga kurang mampu, akses pendidikan berkualitas tetap menjadi mimpi yang jauh dari kenyataan.

Refleksi dan Jalan ke Depan

Empat poin di atas hanyalah sebagian dari persoalan besar pendidikan kita. Sesungguhnya masih banyak masalah lain yang menunggu untuk diurai. Karena itu, 80 tahun kemerdekaan seharusnya bukan sekadar momen seremonial, melainkan ruang refleksi bersama.
Kita tidak boleh puas hanya karena anak-anak “bisa sekolah.”

Pendidikan seharusnya menjadi pintu menuju kemerdekaan yang sesungguhnya: membebaskan pikiran, membentuk karakter, dan memampukan setiap generasi tampil sebagai pemimpin masa depan.

Jika ingin menyongsong 100 tahun Indonesia merdeka dengan pendidikan yang benar-benar maju, langkah besar harus segera diambil. Pemerataan fasilitas dan tenaga pendidik di seluruh wilayah mutlak diperlukan. Kompetensi guru perlu diperkuat dengan pelatihan berkelanjutan dan jaminan kesejahteraan layak.

Kurikulum harus stabil dan berorientasi pada kualitas, bukan proyek politik jangka pendek. Dan yang tak kalah penting, revolusi literasi digital harus dipacu agar generasi muda siap menghadapi tantangan global.Kemerdekaan tanpa pendidikan yang merdeka hanyalah setengah jalan. Sudah saatnya kita memastikan bahwa pendidikan di Indonesia benar-benar merdeka, agar bangsa ini dapat melangkah lebih percaya diri menuju abad ke-21.

Penulis : Rossa Tri Rahmawati Bahri
Menteri Adkesma BEM FISIP Universitas Mulawarman

 

Tags: BEM Fisip UnmulFisip UnmulGerakan Mahasiswa Nasional IndonesiaGMNIHUTRI80Mahasiswa
Berita Sebelumnya

PKKMB Unmul 2025: Aksi Balik Badan Mahasiswa, Cermin Perlawanan di Bawah Bayang Kekuasaan

Berita Selanjutnya

AMKB Siap Kawal SK Gubernur, Tegaskan Tolak Aplikator yang Langgar Aturan

AdminWeb

AdminWeb

Related Posts

Menolak “Demokrasi Mundur”: Mengapa Pilkada Langsung Harga Mati?
Opini

Menolak “Demokrasi Mundur”: Mengapa Pilkada Langsung Harga Mati?

by AdminWeb
19 Januari 2026
Komodo di Ujung Tanduk: Saat Konservasi Tumbang demi Ambisi Wisata Mewah
Opini

Komodo di Ujung Tanduk: Saat Konservasi Tumbang demi Ambisi Wisata Mewah

by AdminWeb
18 Januari 2026
Suharto dan Gelar Pahlawan: Penghargaan atau Penghinaan bagi Sejarah?
Opini

Suharto dan Gelar Pahlawan: Penghargaan atau Penghinaan bagi Sejarah?

by AdminWeb
11 November 2025
Ada Apa dengan PPATK dan Wewenang Pemblokiran di Tengah Seretnya Perekonomian Bangsa
Opini

Ada Apa dengan PPATK dan Wewenang Pemblokiran di Tengah Seretnya Perekonomian Bangsa

by AdminWeb
31 Juli 2025
Dilema Masyarakat Terhadap Dinamika Permasalahan di Desa Bumi Etam: Terbatasnya Akses karena Kurangnya Transparansi
Opini

Dilema Masyarakat Terhadap Dinamika Permasalahan di Desa Bumi Etam: Terbatasnya Akses karena Kurangnya Transparansi

by AdminWeb
11 Juli 2025
Berita Selanjutnya
AMKB Siap Kawal SK Gubernur, Tegaskan Tolak Aplikator yang Langgar Aturan

AMKB Siap Kawal SK Gubernur, Tegaskan Tolak Aplikator yang Langgar Aturan

Terbaru

Warga Samboja Bukber Bersama Rendi Solihin, 15 Warga Dapat Umroh Gratis

Kejutan Ramadan! Bukber Bersama Rendi Solihin, 15 Warga Dapat Umroh Gratis

20 Maret 2025
Pembentukan OPD Ekonomi Kreatif Perlu Pertimbangan Matang

Pembentukan OPD Ekonomi Kreatif Perlu Pertimbangan Matang

25 November 2025
DPRD Kutim Matangkan 25 Usulan Pro-Pemperda 2026, Tiga Raperda Siap Disahkan Tahun Ini

DPRD Kutim Matangkan 25 Usulan Pro-Pemperda 2026, Tiga Raperda Siap Disahkan Tahun Ini

24 November 2025

Tags

Budianto Bulang Bupati Kukar Demokrasi Dispora Kukar DPD PDI Perjuangan Kaltim DPRD Kutai Timur DPRD Samarinda Edi Damansyah Explore Bali Gerakan Etam Mengaji Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia GMNI GMNI Samarinda IKN Kaltim Kampus KNPI Kukar Kukar Idaman Kutai Kartanegara Kutai Timur Kutim Mahasiswa Market Stories Pandemic PDI Perjuangan Pemkab Kukar Pemuda Pemuda Kukar Pertamina Pilkada Ramadan Samarinda Sekda Kukar Silaturahmi Stay Home Tambang Tenggarong Tenggarong Seberang Terhangat United Stated Unmul Vaccine Work From Home Wuhan
Vide Times

Videtimes.com dipayungi PT VIDE DIGITAL NUSANTARA. Kumpulan berita terkini dan terupdate dengan slogan "TAMAN INFORMASI"

Link Navigasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

Berita Terbaru

  • Menolak “Demokrasi Mundur”: Mengapa Pilkada Langsung Harga Mati?
  • Komodo di Ujung Tanduk: Saat Konservasi Tumbang demi Ambisi Wisata Mewah
  • PDI Perjuangan Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD, Ananda Emira: Demokrasi Rakyat Jangan Diganggu

© 2024 Vide Times - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Advetorial
    • DPRD Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Kutai Timur
    • Diskominfo Kutai Timur
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Peristiwa & Kriminal
  • Lainnya
    • Opini
    • Otomotif
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Teknologi

© 2024 Vide Times - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?