
VIDETIMES – Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, menyampaikan bahwa sekitar 20 persen wilayah desanya dimanfaatkan untuk sektor ketahanan pangan.
Area tersebut digunakan untuk pertanian, perikanan, dan peternakan masyarakat.
Menurutnya, sebagian besar penduduk Swarga Bara bekerja di sektor perusahaan.
Namun, sebagian lainnya masih aktif mengembangkan usaha di bidang pertanian dan peternakan, terutama di wilayah Dusun 1 Kabojaya.
“Kalau dipresentasikan, potensi pangan di Swarga Bara hanya sekitar 20 persen. Tapi hasilnya cukup maksimal,” ungkap Wahyuddin, Minggu (16/11/2025)
Ia menjelaskan, lahan pertanian di desa tersebut ditanami berbagai komoditas seperti jagung, sayur-sayuran, serta sedikit tanaman kelapa sawit.
Selain itu, sektor perikanan dan peternakan juga berkembang pesat dalam dua tahun terakhir. “Alhamdulillah, saat ini hasil pertanian, perikanan, dan peternakan cukup baik dan membantu ekonomi warga,” katanya.
Wahyuddin menilai pengelolaan lahan pertanian menjadi penting untuk menjaga kemandirian pangan desa.
“Kita tidak bisa hanya bergantung pada perusahaan. Desa harus punya kekuatan sendiri melalui pertanian dan peternakan,” ujarnya.
Pemerintah desa juga tengah mendorong generasi muda agar tidak meninggalkan sektor pangan. Menurut Wahyuddin, regenerasi petani menjadi tantangan tersendiri.
Ia berharap ke depan, pertanian dapat dikelola lebih modern dan terintegrasi dengan program pemberdayaan masyarakat.
Selain menjadi sumber penghasilan, potensi pangan juga mendukung program ketahanan ekonomi desa.
“Kalau dikelola baik, pangan bisa jadi kekuatan utama Swarga Bara,” tutup Wahyuddin.(K/Kominfo)









